Alang-alang atau ilalang (Imperata cylindrica) sering dianggap sebagai tanaman liar yang mengganggu karena mudah tumbuh di lahan terbuka. Namun, di balik sifatnya sebagai gulma, manfaat alang-alang atau ilalang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional di sejumlah wilayah Asia. Bagian rimpangnya bahkan digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dengan nama Bai Mao Gen.
Penelitian modern mulai memberikan gambaran mengenai kandungan fitokimia dan potensi farmakologis tanaman ini. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Molecules melaporkan bahwa puluhan senyawa telah berhasil diidentifikasi dari Imperata cylindrica, termasuk flavonoid, fenol, saponin, dan glikosida. Sejumlah penelitian eksperimental juga menemukan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta efek diuretik.
Meski demikian, penting membedakan antara potensi berdasarkan penelitian laboratorium atau hewan dengan manfaat yang sudah terbukti melalui uji klinis manusia. Alang-alang bukan pengganti obat yang diresepkan dokter.
Mengenal Tanaman Alang-Alang atau Ilalang
Alang-alang merupakan tanaman rumput menahun dari famili Poaceae dengan nama ilmiah Imperata cylindrica. Tanaman ini memiliki rimpang yang tumbuh menjalar di dalam tanah sehingga mampu berkembang dengan cepat.
Di Indonesia, alang-alang dapat ditemukan di berbagai daerah, terutama pada lahan terbuka, tepi jalan, padang rumput, kebun, dan lahan yang mengalami gangguan. Kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan membuat tanaman ini dikenal sebagai gulma yang sulit dikendalikan.
Namun, rimpang alang-alang mempunyai sejarah penggunaan tradisional yang panjang. Dalam pengobatan tradisional Asia, rimpangnya digunakan antara lain untuk membantu mengatasi keluhan yang berkaitan dengan saluran kemih, perdarahan tertentu, dan kondisi peradangan. Tinjauan ilmiah tahun 2021 mencatat penggunaan rimpang Imperata cylindrica sebagai bahan obat tradisional di beberapa negara Asia.
Kandungan Senyawa Bioaktif Alang-Alang
Flavonoid, Fenol, Saponin, dan Glikosida
Salah satu alasan alang-alang menarik perhatian peneliti adalah kandungan senyawa sekundernya. Review yang diterbitkan oleh Jung dan Shin dalam jurnal Molecules mencatat 72 konstituen kimia yang telah diisolasi dan diidentifikasi dari Imperata cylindrica berdasarkan penelitian yang ditinjau hingga 2019.
Kelompok senyawa yang banyak ditemukan antara lain flavonoid, fenol, saponin, dan glikosida. Senyawa-senyawa tersebut diketahui dapat mempunyai berbagai aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan dan modulasi proses inflamasi.
Namun, keberadaan senyawa bioaktif tidak otomatis berarti mengonsumsi alang-alang akan memberikan efek pengobatan tertentu pada manusia. Dosis, metode ekstraksi, bagian tanaman, kualitas bahan, serta metabolisme tubuh dapat memengaruhi hasilnya.
Manfaat Alang-Alang atau Ilalang Berdasarkan Penelitian
1. Berpotensi Memiliki Aktivitas Antioksidan
Radikal bebas dan stres oksidatif merupakan bagian dari berbagai proses biologis. Antioksidan membantu menetralisasi molekul reaktif tertentu sehingga banyak tanaman yang mengandung senyawa fenolik diteliti sebagai sumber antioksidan alami.
Penelitian terhadap bagian atas tanaman Imperata cylindrica menemukan aktivitas antioksidan melalui pengujian DPPH dan FRAP. Penelitian tersebut juga menemukan kandungan fitokimia tertentu dalam ekstrak metanol tanaman.
Studi lain yang terbit di Natural Product Research pada 2025 berhasil mengisolasi isovanillin sebagai salah satu senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak Imperata cylindrica.
Temuan tersebut menunjukkan potensi antioksidan secara eksperimental, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa konsumsi alang-alang dapat mencegah penyakit akibat stres oksidatif pada manusia.
2. Memiliki Potensi Antiinflamasi
Inflamasi merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau rangsangan tertentu. Ketika berlangsung secara berlebihan atau terus-menerus, inflamasi dapat berhubungan dengan berbagai kondisi kesehatan.
Penelitian pada hewan terhadap ekstrak bagian atas Imperata cylindrica menunjukkan aktivitas antiinflamasi melalui model edema yang diinduksi karagenan. Efek tersebut dilaporkan berlangsung secara bergantung dosis dalam model penelitian tersebut.
Penelitian yang lebih baru juga mengisolasi senyawa stigmast-4-en-3-one dan mengidentifikasinya sebagai salah satu komponen yang mungkin berkontribusi terhadap aktivitas analgesik dan antiinflamasi ekstrak tanaman. Penelitian tersebut juga menggunakan pendekatan in silico untuk mengevaluasi interaksi senyawa dengan target proinflamasi.
Artinya, potensi antiinflamasi alang-alang cukup menarik untuk penelitian lebih lanjut, tetapi bukti tersebut belum dapat disamakan dengan bukti klinis obat antiinflamasi pada manusia.
3. Berpotensi Mendukung Pengeluaran Urine
Salah satu penggunaan tradisional rimpang alang-alang berkaitan dengan sistem urinaria. Penelitian eksperimental menunjukkan adanya aktivitas diuretik, yaitu peningkatan produksi dan pengeluaran urine.
Review ilmiah yang diterbitkan Frontiers in Pharmacology pada 2026 merangkum penelitian yang menemukan bahwa beberapa bentuk preparasi Imperata cylindrica meningkatkan volume urine dan pengeluaran ion pada model tikus yang diberikan beban air dan garam. Penelitian tersebut juga mengamati perubahan hormon antidiuretik atau ADH.
Potensi ini membantu menjelaskan mengapa alang-alang secara tradisional digunakan dalam ramuan yang berkaitan dengan saluran kemih.
Namun, efek diuretik tidak boleh dianggap selalu menguntungkan. Peningkatan urine dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama pada orang yang menggunakan obat diuretik atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
4. Memiliki Potensi Aktivitas Antibakteri
Review ilmiah mengenai Imperata cylindrica juga mencatat adanya penelitian yang menunjukkan aktivitas antibakteri dari ekstrak tanaman. Aktivitas tersebut menjadi salah satu bidang yang terus diteliti karena senyawa tumbuhan tertentu dapat berinteraksi dengan mikroorganisme melalui berbagai mekanisme.
Meski demikian, hasil pengujian antibakteri di laboratorium tidak berarti alang-alang dapat menggantikan antibiotik. Infeksi bakteri yang membutuhkan terapi medis tetap perlu ditangani berdasarkan diagnosis dan rekomendasi tenaga kesehatan.
5. Potensi Perlindungan Hati Masih Terus Diteliti
Tinjauan ilmiah Jung dan Shin juga memasukkan aktivitas perlindungan hati (hepatoprotective activity) sebagai salah satu potensi farmakologis yang telah dilaporkan dalam penelitian Imperata cylindrica. Bukti tersebut terutama berasal dari penelitian eksperimental, sehingga masih diperlukan penelitian klinis untuk menentukan apakah efek yang sama terjadi pada manusia.
Karena itu, klaim bahwa alang-alang dapat "membersihkan hati" atau menyembuhkan penyakit liver sebaiknya dihindari. Istilah tersebut sering digunakan dalam pemasaran herbal, tetapi tidak menggambarkan kesimpulan ilmiah secara tepat.
Apa Kata Penelitian Ilmiah tentang Keamanan Alang-Alang?
Keamanan merupakan aspek penting ketika membahas tanaman obat. Salah satu penelitian pada ekstrak bagian atas Imperata cylindrica melakukan pengujian toksisitas akut dan subkronis pada hewan dan tidak menemukan toksisitas yang berarti pada kondisi penelitian tersebut.
Namun, hasil keamanan pada hewan tidak otomatis menjamin keamanan semua bentuk konsumsi pada manusia. Produk herbal juga dapat berbeda dalam kadar senyawa aktif, tingkat kontaminasi, metode pengolahan, dan dosis.
Oleh sebab itu, penggunaan alang-alang sebagai herbal sebaiknya dilakukan secara hati-hati, terutama oleh orang yang sedang menjalani pengobatan rutin.
Cara Menggunakan Alang-Alang Secara Tradisional
Secara tradisional, bagian yang paling sering digunakan adalah rimpang alang-alang. Rimpang biasanya dibersihkan, dikeringkan, kemudian digunakan sebagai bahan seduhan atau rebusan.
Akan tetapi, tidak terdapat satu standar dosis konsumsi alang-alang yang dapat diterapkan kepada semua orang berdasarkan bukti klinis modern. Kandungan senyawa aktif dapat berbeda bergantung pada asal tanaman, usia tanaman, bagian yang digunakan, serta metode ekstraksi.
Karena itu, artikel kesehatan sebaiknya tidak memberikan klaim bahwa satu takaran tertentu pasti mampu mengobati penyakit tertentu.
Siapa yang Perlu Berhati-Hati?
Penggunaan herbal perlu mendapatkan perhatian lebih bagi orang yang memiliki penyakit kronis atau sedang mengonsumsi obat tertentu. Potensi efek diuretik, misalnya, dapat menjadi pertimbangan bagi seseorang yang menggunakan obat yang juga meningkatkan produksi urine.
Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, lansia dengan banyak obat, serta pasien dengan gangguan ginjal atau hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan produk herbal secara rutin.
Jika seseorang mengalami keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, demam, nyeri pinggang berat, atau gangguan berkemih yang menetap, penggunaan herbal tidak boleh menggantikan pemeriksaan medis.
Kesimpulan
Manfaat alang-alang atau ilalang menarik untuk dibahas karena tanaman yang sering dianggap gulma ini memiliki sejarah penggunaan tradisional dan sejumlah kandungan bioaktif yang telah diteliti secara ilmiah.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa Imperata cylindrica memiliki potensi antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, diuretik, serta aktivitas biologis lainnya. Review dalam Molecules mencatat puluhan senyawa kimia yang telah diidentifikasi, sementara penelitian terbaru terus mengeksplorasi mekanisme farmakologisnya.
Yang perlu ditekankan adalah sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan. Bahkan review Frontiers in Pharmacology tahun 2026 menunjukkan bahwa bidang farmakologi dan penggunaan tradisional Imperata cylindrica masih terus berkembang.
Dengan demikian, alang-alang lebih tepat dipandang sebagai tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis dan layak diteliti lebih lanjut, bukan sebagai obat yang terbukti menyembuhkan berbagai penyakit.
Referensi ilmiah
- Jung Y-K, Shin D. Imperata cylindrica: A Review of Phytochemistry, Pharmacology, and Industrial Applications. Molecules. 2021;26(5):1454.
- Razafindrakoto ZR, et al. Antioxidant, analgesic, anti-inflammatory and antipyretic properties, and toxicity studies of the aerial parts of Imperata cylindrica. South African Journal of Botany. 2021;142:222–229.
- Razafindrakoto ZR, et al. In silico ADMET and anti-inflammatory profiles... Natural Product Research. 2025.
- Li J, et al. Imperata cylindrica (L.) Raeusch.: a narrative review of phytochemistry, pharmacology, ethnopharmacology, botany, and comprehensive utilization. Frontiers in Pharmacology. 2026;17.