Akar manis merupakan salah satu tanaman herbal yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional di berbagai negara. Tanaman ini berasal dari spesies Glycyrrhiza glabra dan dikenal memiliki rasa yang manis alami berkat kandungan senyawa glycyrrhizin, yang tingkat kemanisannya bahkan puluhan kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir.
Dalam dunia pengobatan herbal, akar manis dipercaya memiliki berbagai manfaat, mulai dari membantu meredakan batuk, menjaga kesehatan saluran pencernaan, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Tak heran jika ekstrak akar manis banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional, teh herbal, suplemen kesehatan, hingga produk perawatan kulit.
Lantas, apa saja khasiat dan manfaat akar manis bagi kesehatan? Simak pembahasannya berikut ini.
Kandungan Nutrisi dan Senyawa Aktif Akar Manis
Khasiat akar manis berasal dari berbagai senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Beberapa kandungan penting tersebut meliputi:
- Glycyrrhizin
- Flavonoid
- Glabridin
- Liquiritigenin
- Isoliquiritigenin
- Saponin
- Kumarin
- Polisakarida
- Antioksidan alami
- Mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor
Kombinasi senyawa tersebut memberikan sifat antioksidan, antiradang, antimikroba, dan imunomodulator yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
1. Membantu Meredakan Batuk dan Sakit Tenggorokan
Salah satu manfaat akar manis yang paling dikenal adalah membantu meredakan batuk dan iritasi tenggorokan.
Senyawa glycyrrhizin memiliki efek menenangkan pada saluran pernapasan dan membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan. Oleh karena itu, akar manis sering digunakan sebagai bahan dalam sirup batuk herbal maupun teh herbal.
Mengonsumsi air rebusan akar manis dalam jumlah yang wajar juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat tenggorokan kering.
2. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan
Akar manis telah lama digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan.
Beberapa manfaatnya meliputi:
- Membantu mengurangi iritasi lambung.
- Mendukung perlindungan lapisan mukosa lambung.
- Membantu mengurangi gejala maag ringan.
- Membantu meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung.
Dalam beberapa penelitian, ekstrak akar manis tertentu, terutama yang telah dikurangi kandungan glycyrrhizinnya (deglycyrrhizinated licorice atau DGL), digunakan sebagai pendamping dalam penanganan keluhan lambung. Namun, penggunaannya tetap sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
3. Kaya Antioksidan
Akar manis mengandung flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat dipicu oleh polusi, paparan sinar ultraviolet, maupun proses metabolisme tubuh.
Dengan mengurangi stres oksidatif, tubuh dapat lebih optimal menjaga kesehatan jaringan dan fungsi organ.
4. Membantu Mengurangi Peradangan
Sifat antiradang pada akar manis menjadikannya banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
Beberapa senyawa aktif di dalamnya diduga dapat membantu mengurangi respons peradangan pada tubuh, sehingga berpotensi membantu meredakan keluhan ringan yang berkaitan dengan proses inflamasi.
Rekomendasi Pilihan Editor
Temukan informasi eksklusif, ulasan mendalam, dan penawaran digital menarik lainnya khusus hari ini.
Kunjungi Mitra Kami »
Meski demikian, akar manis bukan pengganti pengobatan medis untuk penyakit peradangan kronis dan sebaiknya digunakan sebagai pelengkap sesuai saran tenaga kesehatan.
5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam akar manis memiliki aktivitas imunomodulator, yaitu membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktifnya dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi imun yang optimal sebagai bagian dari pola hidup sehat, termasuk dengan konsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga teratur.
6. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit
Ekstrak akar manis banyak digunakan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Membantu menenangkan kulit yang mengalami iritasi ringan.
- Membantu mengurangi tampilan kemerahan.
- Membantu menjaga kelembapan kulit.
- Membantu mencerahkan tampilan kulit dengan menghambat pembentukan melanin secara berlebihan.
Karena alasan tersebut, akar manis sering ditemukan dalam serum, krim wajah, maupun produk perawatan kulit sensitif.
7. Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Hati
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam akar manis memiliki potensi membantu melindungi sel-sel hati dari stres oksidatif.
Walaupun hasil penelitian awal cukup menjanjikan, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia. Oleh karena itu, akar manis tidak boleh digunakan sebagai pengganti terapi untuk penyakit hati.
8. Membantu Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan
Dalam pengobatan tradisional, akar manis sering digunakan sebagai ramuan untuk membantu melegakan saluran napas.
Efek ekspektoran alaminya membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, sifat menenangkan pada saluran napas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat mengalami batuk ringan.
9. Berpotensi Memiliki Aktivitas Antimikroba
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar manis memiliki aktivitas terhadap beberapa jenis bakteri, jamur, dan virus di laboratorium.
Rekomendasi Pilihan Editor
Jangan lewatkan berbagai informasi digital penting, ulasan mendalam, dan penawaran spesial mitra hari ini.
Lihat Penawaran Selengkapnya »
Namun, hasil tersebut belum berarti akar manis dapat menggantikan antibiotik atau obat antivirus. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.
10. Membantu Mengurangi Stres Oksidatif
Radikal bebas yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan sel.
Kandungan flavonoid dalam akar manis membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif sehingga berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh apabila dikombinasikan dengan gaya hidup sehat.
Cara Mengonsumsi Akar Manis
Akar manis dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Teh herbal.
- Air rebusan akar manis.
- Bubuk herbal.
- Ekstrak cair.
- Kapsul suplemen.
- Permen herbal.
- Campuran jamu tradisional.
Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan pada produk atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Walaupun berasal dari bahan alami, konsumsi akar manis dalam jumlah berlebihan atau dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, terutama akibat kandungan glycyrrhizin. Beberapa efek yang telah dilaporkan antara lain:
- Tekanan darah meningkat.
- Penurunan kadar kalium dalam darah.
- Retensi cairan atau pembengkakan.
- Gangguan irama jantung pada kondisi tertentu.
Karena itu, konsumsi akar manis sebaiknya dibatasi dan dihindari tanpa pengawasan medis pada beberapa kelompok, seperti:
- Ibu hamil dan menyusui.
- Penderita hipertensi.
- Penderita penyakit ginjal.
- Penderita penyakit jantung.
- Orang yang mengonsumsi obat diuretik, kortikosteroid, atau obat pengencer darah, karena berpotensi terjadi interaksi.
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau herbal berbahan akar manis.